Fenomena Anak Indigo

Fenomena “Anak Indigo” belakangan ini menjadi perhatian para ilmuwan. Diyakini bahwa di atas bumi saat ini telah muncul suatu species “manusia baru” yang disebutnya sebagai Anak Indigo. Para ilmuwan mengatakan mereka memiliki kekuatan supernormal, dapat melihat fenomena ganjil dan dapat meramal peristiwa yang akan terjadi. Ciri khas mereka adalah berinteligensi tinggi, berintuisi tinggi, sangat sensitif dan lain-lain. Dari gambar foto medan energi ditubuhnya ditemukan warna indigo tampak jelas sekali di tubuh mereka sehingga disebut anak indigo.

Hal itu bisa dibuktikan melalui lingkaran cahaya biru di sekeliling tubuh mereka. Fungsi organ dalam anak-anak ini juga telah mengalami perubahan, yakni sistem kekebalan tubuh mereka lebih kuat beberapa kali lipat dibanding orang pada umumnya. Kebal terhadap penyakit, bahkan dapat melawan penyakit AIDS serta DNA merekapun tidak sama. Para ilmuwan menduga mungkin dikarenakan variasi gen, ribuan warga di bumi sudah bukan tergolong “manusia lama” lagi dan sebuah spesies manusia yang baru sedang lahir. Meskipun perkembangan proses ini lamban, namun diyakini benar-benar sedang muncul. Ciri khas psikologis dan perilaku “anak Indigo” ini sangat unik dan ganjil sehingga mereka perlu pola pendidikan yang baru. Tidak boleh mengabaikan permintaan mereka. Jika tidak, mungkin dapat mengakibatkan inteligensi dan pikiran “species manusia baru” ini menjadi kacau. Mungkin mereka membuka sebuah perintis zaman yang baru, sesuatu yang masib belum kita ketahui.

Fenomena anak indigo banyak terjadi di depan kita. Ada beberapa kasus kemunculan anak indigo di beberapa negara. Misalnya, di Latvia ada seorang gadis cilik yang cantik. Ia suka menceritakan pemandangan dalam perjalanannya di tengah alam semesta pada tengah malam. Saat ia berusia 5 tahun, ayahnya dengan terheran-heran mendapati dirinya mengetahui banyak pengetahuan tentang alam semesta. Meskipun ia tidak begitu percaya dengan ucapan anaknya, namun ketika ia memperbaiki mobil tuanya, ia selalu mendapat petunjuk dari gadis kecil itu. “Saya tidak tahu bagaimana ia bisa mengetahuinya, tetapi ia selalu tahu bagian yang tidak beres dengan mobilnya,” ujarnya.

Indigo berasal dari bahasa Spanyol yang berarti nila. Warna ini merupakan kombinasi warna biru dengan ungu. Dikatakan indigo apabila punya indera ke enam, IQ-nya di atas rata-rata dan bijaksana. Tinggal memoleskan saja dan itulah yang kini tengah getol dilakukan di Barat. Sekolah untuk anak indigo sudah banyak bertebaran. Anak indigo bisa ditandai cerdas dan kreatif. Hanya saja, saat ia lahir jasmaninya kecil, tidak sematang mental dan spiritualnya. Ciri-ciri lain yang mudah dikenali adalah punya kemampuan spiritual tinggi. Anak indigo kebanyakan bisa melihat sesuatu yang belum terjadi atau masa lalu. Bisa pula melihat makhluk atau materi-materi halus yang tidak tertangkap oleh indra penglihatan biasa. Kemampuan spiritual semacam itu masuk dalam wilayah ESP (extra-sensoryperception) alias indra keenam.

Ketika tubuh anak indigo berada di suatu tempat, pada saat bersamaan, ia tahu apa yang terjadi di lokasi lain. Itulah yang disebut kemampuan menjelajah ruang. Ketika dia bicara sekarang, tentang suatu peristiwa yang akan terjadi di masa mendatang, ini yang disebut menjelajah waktu. Anak indigo biasanya banyak bertanya dan orangtuanya akan kewalahan menjawab. Umpamanya, kenapa harus begini, kenapa harus begitu. Dia akan merasa heran untuk beberapa hal, yang dirasa tak masuk akal. “Kenapa harus sekolah berjam-jam? ”. Jika orangtua tak mengerti bahwa anaknya indigo, umumnya si anak cenderung memberontak, agresif, dan nakal. Tak sedikit yang kemudian bentrok dengan kehendak orangtuanya. Jika orangtua masih otoriter membatasi aktivitas spiritual anak indigo, si anak pasti akan berontak. Karena itu, para orangtua mesti menjawab imperesi-imperesi yang dikemukakan si anak.

Definisi “anak indigo” melukiskan semua anak-anak baru yang memasuki bumi. Tetapi, indigo menampakkan suatu sifat psikologis yang serba baru dan lain dari yang lain, serta punya perilaku-perilaku yang sangat berbeda dengan sebagaian besar ketakjuban seperti sebelumnya. Mereka mempunyai keunikan yang sama, sehingga orang-orang yang saling berinteraksi dengan mereka perlu mengubah sikap dan menyesuaikan pola pendidikan anak-anak ini.

Berikut ini adalah ciri khas “bocah Indigo”:

  1. Mereka mempunyai bau keturunan raja sejak lahir, dan kerap memanifestasikannya.
  2. Mereka memiliki rasa “ini adalah tempat saya semestinya”, dan akan merasasangat ganjl bila melihat orang lain tidak berpikir demikian.
  3. “Harga diri” bukan soal, mereka kerap memberitahu orang tua tentang “siapa mereka”.
  4. Mereka tidak akan melakukan hal yang spesifik, misalnya berbaris berurutan adalah suatu hal yang sulit bagi mereka.
  5. Terhadap hal yang kaku dan tidak memerlukan kreatifitas, ia merasa tidak terbiasa.
  6. Baik di rumah atau sekolah, biasanya mereka dapat menemukan cara kerja yang lebih baik, sehingga mereka dianggap sebagai perusak tata tertib yang sudah berjalan.
  7. Biasanya mereka introvek (menyembunyikan perasaan), merasa tidak ada orang di dunia ini yang dapat memahami mereka.
  8. Mereka tidak pernah pelit terhadap kebutuhan pribadi.
  9. Kemampuan “mata batin” mereka secara umum sangat kuat, bisa langsung mengetahui permainan orang dewasa.
  10. Mudah hanyut dalam kecanduan dan kebiasaan jelek lainnya.
  11. Non-kompromisits terhadap sistem yang berlaku. Seringkali mereka menemukan cara-cara yang lebih tepat.
  12. Suka menyendiri. Kadang sulit untuk bersosialisasi.
  13. Datang ke dunia dengan perasaan ingin berbagi.
  14. Memahami betul hak eksistensi dirinya di dunia ini. Mereka justru heran jika ada yang menolaknya.
  15. Merasa dirinya bukanlah yang utama.
  16. Sulit menerima otoritas mutlak tanpa alasan.
  17. Sulit menunggu giliran.
  18. Tidak menyukai hal-hal ritual. Atau hal-hal yang tidak memerlukan pemikiran kreatif.
  19. Tidak merespons aturan-aturan yang kaku (misalnya: tunggu sampai ayah pulang).
  20. Tidak malu untuk meminta apa yang dibutuhkannya.
  21. Energinya sangat berlebihan.
  22. Mudah bosan.
  23. Perlu orang dengan kondisi emosi yang lebih stabil dan nyaman untuk berada di sekelilingnya.
  24. Mempunyai pilihan sendiri untuk belajar, terutama untuk membaca dan matematika.
  25. Mudah frustrasi. Sebab, umumnya mereka mempunyai banyak ide, namun kurang sumber daya atau orang-orang yang dapat membantu mereka.
  26. Belajar lewat cara eksplorasi.
  27. Tidak bisa diam kecuali mereka menyatu dalam sesuatu hal yang sesuai dengan minatnya.
  28. Mempunyai ketakutan seperti kehilangan atau ditinggal meninggal oleh orang yang dicintainya.
  29. Jika pengalaman pertamanya mengalami kegagalan, mereka mungkin akan menyerah dan membuat blok pembelajaran secara permanen.

Belum pahamnya masyarakat tentang anak indigo menjadi penyebab belum banyaknya terungkap anak indigo. Sebagian kalangan medis menyatakan bahwa anak indigo mengalami kerusakan pada bagian otaknya. Namun  indigo bukan penyakit. Badan Kesehatan Dunia (WHO) bahkan tidak mencantumkan indigo dalam international classification of diseases. Lantaran indigo bukan penyakit tak perlu dilakukan terapi untuk menyembuhkan anak indigo. Sejumlah anak indigo enggan bersekolah di sekolah biasa. Perlunya para orangtua yang anaknya indigo untuk bersatu. Paling tidak, mereka bisa melakukan sharing soal jurus terbaik menangani anak-anak indigo.

***



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s