Konsep Perjalanan Waktu (Time Machine) & Bantahannya

Konsep Waktu

Untuk melihat bagaimana perjalanan waktu bisa terjadi, harus melihat studi fisikawan tentang empat dimensi. Tidak sesulit yang terdengar, setiap orang tahu bahwa setiap materi memiliki obyek fisik dalam tiga dimensi, yakni panjang, lebar dan tinggi. Tetapi ternyata ada sebuah ukuran lain, yakni panjang waktu (atau waktu). Ada perbedaaan antara manusia yang hidup dalam waktu 30, 50 dan 80 tahun.

Jika anda membuat janji kencan dengan seorang wanita misalkan di lantai 5 Semanggi Plaza untuk menonton film, tentunya anda harus melakukan suatu perjalanan ‘dimensi’ dari rumah anda, yaitu anda harus berjalan maju (satu dimensi), belok kanan dan kiri (2 dimensi), naik turun jalanan dan menuju ke lantai 5 mall tersebut (3 dimensi) dan tentunya pada dimensi-4 anda harus menentukan waktu yang tepat kapan saat pertemuan akan dilangsungkan (anda sendiri juga terlibat dalam lamanya perjalanan ditempuh dari rumah anda menuju tujuan).

Kebanyakan dari kita mengaku mengerti apa itu waktu, walaupun sebenarnya kita salah menangkap konsep waktu. Ketika kita melihat matahari, sebenarnya kita melihat matahari 8 menit yang lalu. Mengapa? Karena butuh 8 menit untuk cahaya matahari sampai ke permukaan bumi yang berjarak 92 million miles. Jadi kita sebenarnya melihat matahari di masa lalu. Bisa dibilang bahwa universe itu sendiri adalah sebuah mesin waktu raksasa, karena bintang – bintang yang kita lihat sebenarnya adalah gambaran bintang – bintang di masa yang lalu, bukan gambaran bintang di masa sekarang (bayangkan jarak antar bintang yang mencapai jutaan tahun cahaya – yang berarti selama waktu itulah cahaya merambat dan akhirnya sampai ke mata kita). Bahkan mungkin bintang-bintang tersebut saat ini sudah hancur.

Menurut Teori Relativitas Khusus, ruang dan waktu tidak absolut, melainkan relatif. Artinya, ruang dan waktu berbeda untuk setiap orang. Bagaimana seseorang mengalami kejadian dalam ruang dan waktu bergantung pada dua hal:

  1. Di mana orang tersebut mengamatinya.
  2. Seberapa cepat ia bergerak bila dibandingkan dengan kecepatan cahaya.

Sedangkan selama ini terdapat misskonsepsi tentang waktu itu sendiri, yaitu:

  1. Kata universal “sekarang”. Kalo disini jam 2, berarti di bulan juga jam 2, dan berarti di bagian universe yang lain juga jam 2. Padahal sebenarnya tidak mungkin kita mensinkronisasi waktu di seluruh universe.
  2. Banyak orang percaya bahwa waktu berjalan pada kecepatan yang konstan. Banyak orang percaya bahwa waktu berdetik pada kecepatan yang sama di seluruh universe. Bisa dibuktikan bahwa sebenarnya waktu berdetik lebih lama di luar angkasa, daripada di bumi. Faktanya, sistem navigasi satelit harus dilakukan penyetelan ulang (adjustment) setiap harinya untuk menyamakannya dengan waktu bumi. Waktu tidaklah absolute, waktu berdetik pada rate yang berbeda di tempat yang berbeda.
  3. Banyak orang mengasumsi bahwa kita tinggal di dunia 3 dimensi. Itu salah, karena sebenernya kita tinggal di dunia 4 dimensi, 3 dimensi ruang, dan 1 dimensi waktu.

Kecepatan cahaya adalah konstan pada 299 ribu kilometer per detik. Kecepatan cahaya itu tidak akan berbeda, meskipun diamati oleh dua orang dari dua titik pengamatan yang berbeda.

Sesuai dengan rumus, kecepatan (v) adalah jarak (d) dibagi waktu (t);

v = d / t

Jika v adalah tetap (konstan), t dan d seharusnya berubah-ubah. Salah satu konsekuensinya adalah bahwa jam (t) yang ada di dalam sesuatu yang bergerak selalu berdetak lebih lambat ketimbang jam yang diam di tempat. Konsep ini dinamakan Time Dilation.

“Jika Anda terbang dengan pesawat mengelilingi bumi ke arah timur, Anda akan lebih muda 59 nano detik (59 detik/1.000.000.000 detik) ketimbang jika Anda tetap berada di rumah,” kata Dr J. Richard Gott, ahli astrofisika di Princeton University, di New Jersey, Amerika Serikat. Artinya, anda telah lebih dahulu menuju ke masa depan dibandingkan dengan orang sekitar anda.

Dari sini muncul hipotesis yang terkenal “paradoks kembar”. Sepasang kembar dipisahkan, seorang menjadi astronot diterbangkan dengan roket berkecepatan tinggi menjelajahi galaksi dan kembali ke bumi, yang lain tinggal di bumi. Meskipun kecepatan roket mendekati kecepatan cahaya, butuh 10 ribu tahun bagi astronot itu menjelajah galaksi dan kembali ke titik tertentu di bumi. Karena geraknya relatif tinggi, usia astronot itu lebih lama ketimbang orang lain yang tinggal di bumi. Astronot akan kembali ke bumi hanya lebih tua beberapa tahun dari waktu ia meluncur. Sementara itu, saudara kembarnya sudah lama meninggal karena usia tua. Dari sini kita dapatkan konsep time traveller dengan menggunakan konsep kecepatan (v). Bagaimana jika kecepatan anda mendekati ataupun sama dengan kecepatan cahaya? maka waktu akan berhenti (nol)!

Tapi ada sebuah kekurangan fatal bila kita ingin menggunakan kecepatan (v) sebagai dasar dari pembuatan mesin waktu. Semua massa mempunyai hubungan dengan energi. Ketika sebuah objek menambah kecepatan, maka massanya (energi-nya) akan bertambah. Kalau sebuah benda bergerak dengan kecepatan yang kecil, maka pertambahan massa tidaklah terlihat. Tapi kalo sebuah benda bergerak dengan kecepatan cahaya, maka pertambahan massa akan menjadi sangat drastis. Pada faktanya, partikel sub-otamic yang dipercepat mendekati kecepatan cahaya, massanya akan bertambah lebih dari 7000x massa aslinya. Bagaimana jika manusia/pesawat ruang angkasa yang dipercepat? maka massa/energi yang dibutuhkan akan sangat besar atau bisa dikatakan tak terhingga untuk mencapai kecepatan cahaya ini. Untuk itu konsep tentang speed mulai kita tangguhkan dulu.

Pembengkokan Ruang dan Waktu

Banyak dari kita berpikir bahwa gravitasi hanyalah sekedar gaya yang membuat kita tetap berada di bumi. Tapi saintis melihat gravitasi dari sisi yang sangat berbeda. Kita anggap saja seperti ini : Planet-planet mengitari matahari karena pengaruh gaya gravitasi, tapi kita tidak dapat menvisualisasikan bagaimana sebenarnya gravitasi beraksi. Dengan konsep “kain space”, kita bisa membuat visualisasinya. Anggap sebuah kain biasa kita tarik sampai lurus lalu kita taruh sebuah objek berbentuk bola ditengah-tengah kain tersebut yang cukup berat. Apa yang terjadi? Akan terjadi sebuah tekukan di tengah-tengah kain tepat di bawah bola tsb. Kita anggap bola tersebut adalah matahari. Sekarang anggap ada sebuah objek berbentuk bola lagi datang dari arah mana saja mendekati bola pertama (matahari). Apa yang akan terjadi? Bola kedua akan berputar masuk kedalam lekukan hasil gaya dorong benda pertama. Itulah contoh visualisasi gravitasi. Semua benda yang mendekati bola pertama, tentunya yang ukurannya lebih kecil, akan berputar mengelilingi si bola itu dan akhirnya jatuh kedalam tarikan gravitasinya (walaupun kenyataannya planet-planet tidak jatuh ke matahari karena ada gaya perlawanan dari rotasi planet sendiri). Disini kita dapat melihat bahwa ruang dapat dibengkokan (contoh disini oleh sebuah massa) dan para ilmuwan telah dapat melihat dan membuktikan bahwa cahaya yang berjalan/merambat di sekitar pembengkokan ruang tersebut ikut berbelok mengikuti pembelokan ruang itu sendiri dan berjalan lebih lambat. Kesimpulan bahwa pembengkokan ruang dapat memperlambat waktu!

Sekarang bagaimana jika ruang tersebut dapat anda lipat (bengkokan) sehingga ujung satunya berdekatan dengan ujung lainnya? Anda akan mendapatkan bahwa jarak ujung semesta yang satu dengan ujung semesta lainnya akan mempunyai jarak yang “cukup dekat” untuk memulai perjalanan antar bintang. Artinya, time traveller bisa anda lakukan dengan konsep ini. Masalahnya, ilmuwan masih belum dapat cara yang tepat untuk membengkokan ruang dan waktu sedemikian ekstrim tersebut.

Perjalanan Ke Masa Lalu

Konsep perjalanan waktu ke masa depan bisa dilakukan walau kita hanya bisa melakukannya dalam skala kecil. Bagaimana sekarang anda melakukan perjalananke masa lalu? Bagaimana jika saat anda melakukan perjalanan tersebut anda bertemu dengan kakek anda dan membunuhnya? apakah anda akan tetap ada?

Telah dilakukan sebuah percobaan , dimana sebuah partikel ditembakan melalui sebuah celah. Di belakang celah tersebut dibuat 2 celah lainnya. Ajaib bahwa pertikel itu bisa melewati kedua celah yang terpisah. Artinya bahwa sebuah partikel dapat berada di kedua tempat berbeda sekaligus. konsep ini disebut sebagai time paradox. Karena kita dan benda-benda lainnya di alam ini juga tersusun atas partikel-partikel, maka tidak tertutup kemungkinan kita juga bisa berada “di tempat-tempat lainnya” di alam ini. Konsep inipun melahirkan sebuah konsep multi universe.

Kembali saat cerita anda membunuh kakek anda di masa lalu, menurut para ilmuwan hal tersebut tidak akan merubah apa-apa di masa mendatang karena konsep dari time paradox dan multi universe tersebut.

***

Dengan memahami berbagai teori di atas yang secara umum sudah bisa diterima para ilmuwan, masih terdapat sedikit pertanyaan dari penulis jika hal ini dihubungkan dengan peristiwa Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Bahwasanya beliau sama sekali tidak mengalami “lompatan” ke masa depan setelah melakukan perjalanan cahaya menuju langit-7.

Apakah berbagai teori yang telah disimpulkan para ahli mesti medapat koreksi atau hal ini masih memelukan kajian iptek lebih mendalam?

Demikian sedikit ulasan yang bisa disampaikan, terlepas dari kekurangan penulis dan pemahaman mohon dimaafkan.

Bantahan Terhadap Konsep Time Mechine

2011, Baru-baru ini ilmuwan mengklaim bahwa perjalanan waktu hanya sekadar dongeng. Ilmuwan membuktikan, foton tunggal mematuhi teori Einstein, yakni tak bisa berjalan lebih cepat dari kecepatan cahaya. Artinya, perjalanan waktu mustahil dilakukan. Temuan ini mengakhiri debat betahun-tahun mengenai kecepatan foton tunggal, dasar unit cahaya.

Kepala peneliti Prefesor Shengwang Du dari Hong Kong University of Science and Technology (HKUST) mengatakan seperti dikutip Dailymail, “Hasil uji menambah pemahaman kami pada cara bergerak foton tunggal.”

Melalui pembuktian ini, debat tahunan ini akhirnya ditutup, lanjutnya. Du bersama tim menemukan, foton tunggal mematuhi hukum trafik semesta seperti klaim Einstein, kecepatan cahaya merupakan hukum trafik semesta, sederhanya, tak ada yang mampu berjalan lebih cepat dari cahaya.

Dari hasil uji yang dilakukan, Du dan tim memastikan teori Einstein, sebuah efek tak bisa terjadi sebelum ada penyebab. Saat berhasil meneliti prekursor optik foton tunggal, tim menemukan, sebagai bagian tercepat foton, gelombang prekursor selalu berjalan di kecepatan cahaya saat di ruang hampa. Hasil studi ini diterbitkan jurnal Physical Review Letters.


One Comment on “Konsep Perjalanan Waktu (Time Machine) & Bantahannya”

  1. […] Konsep Perjalanan Waktu (Time Machine) […]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s